Perbandingan Konsep Talak Menurut Fikih Klasik dan Kompilasi Hukum Islam
Kata Kunci:
Talak, Fikih Klasik, Kompilasi Hukum Islam, Perceraian, Hukum Keluarga IslamAbstrak
Talak merupakan salah satu instrumen putusnya perkawinan yang diatur baik dalam fikih klasik maupun Kompilasi Hukum Islam (KHI). Perbedaan konseptual di antara keduanya kerap menimbulkan problematika di tengah masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan konsep talak menurut fikih klasik dan KHI secara komprehensif, meliputi aspek definisi, syarat dan rukun, klasifikasi, prosedur, serta akibat hukum talak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Sumber data terdiri dari bahan hukum primer berupa KHI, UU No. 1 Tahun 1974, dan kitab-kitab fikih klasik, serta bahan hukum sekunder berupa jurnal dan literatur terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fikih klasik dan KHI memiliki persamaan dalam klasifikasi jenis talak, namun berbeda secara fundamental pada tiga aspek: pertama, fikih klasik menempatkan talak sebagai hak prerogatif suami yang dapat dijatuhkan tanpa keterlibatan pengadilan, sedangkan KHI mensyaratkan ikrar talak di hadapan sidang Pengadilan Agama; kedua, talak tiga sekaligus dihukumi jatuh tiga oleh mayoritas ulama fikih klasik, sementara KHI menghitungnya sebagai talak satu; ketiga, hak-hak istri pasca perceraian dalam KHI baru terjamin pemenuhannya melalui mekanisme pengadilan. Transformasi dari fikih klasik ke KHI merupakan bentuk pengembangan hukum yang berorientasi pada kemaslahatan dan perlindungan hak-hak perempuan.
Unduhan
Referensi
Alhamdani, A. K., Halim, H. A., Abidin, Z., Bhakti, I. S. G., Jalil, A., Wahyudin, Y., Fahmudin, M., Puspandari, R. Y., Hadi, M. N., Adityarani, N. W., & others. (2024). Hukum tentang Perkawinan Islam. Sada Kurnia Pustaka.
Amar, R., Dharma, A. P., Urrahman, M. A., & Kurniawan, M. R. (2024). Kedudukan Pencatatan Terhadap Keabsahan Perkawinan: Telaah Pencatatan Perkawinan. Jurnal Tana Mana, 5(2), 217–226. https://doi.org/10.33648/jtm.v5i2.486
Anam, M. K., & Nelli, J. (2021). Perceraian Di Depan Pengadilan Agama Menurut Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia Studi Analisis Multi Displiner. Jil Journal of Indonesian Law, 2(1), 1–24. https://doi.org/10.18326/jil.v2i1.1-24
Anggraeni, R. R. D., & Primadianti, D. (2021). Perlindungan Hukum Pihak Istri Dalam Pengajuan Khulu’ Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Mizan Journal of Islamic Law, 5(1), 101. https://doi.org/10.32507/mizan.v5i1.999
Anwar, A. S. (2021). Progresivitas Hakim Dalam Menentukan Beban Akibat Perceraian Bagi Suami Kepada Istri Pasca Perceraian. Al-Ahkam Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 6(1), 1–13. https://doi.org/10.22515/alahkam.v6i1.2952
Azwir, A., Pagar, P., & Nasution, M. S. A. (2022). The Legality of Divorce in Aceh: A Study of Divorce Practices Out of Religious Courts. Al-Manahij Jurnal Kajian Hukum Islam, 165–180. https://doi.org/10.24090/mnh.v16i2.6389
Fathony, M. R., & Pradana, E. L. (2023). Analisis Perbandingan Perceraian Dan Akibat Hukumnya Di Beberapa Negara Islam. Hakam Jurnal Kajian Hukum Islam Dan Hukum Ekonomi Islam, 7(1). https://doi.org/10.33650/jhi.v7i1.5770
Handayani, L. (2022). Prosedur Perceraian Ditinjau Berdasarkan Hukum Fiqh Dan Hukum Positif. Journal of Legal and Cultural Analytics, 1(1), 1–18. https://doi.org/10.55927/jlca.v1i1.897
Harahap, R. I., & Siregar, R. S. (2022). Kedudukan Dan Urgensi Shigat Taklik Talak Perspektif Ketentuan KHI Dan Hukum Fiqh Klasik. Tasyri Journal of Islamic Law, 1(2), 351–396. https://doi.org/10.53038/tsyr.v1i2.28
Haryati, A. U. (2023). Pertimbangan Hakim Di Pengadilan Agama Gedong Tataan Terhadap Penyelesaian Perkara Cerai Ghaib. Al Maqashidi Jurnal Hukum Islam Nusantara, 5(2), 63–79. https://doi.org/10.32665/almaqashidi.v5i2.1323
Himmah, I. F., Safudin, E., Oktafiani, P., & Alfia, R. L. (2022). Analisis Normatif Putusan Hakim Tentang Pemberian Iddah Dan Mut’ah Sebelum Ikrar Talak. Jurnal Antologi Hukum, 2(2), 161–175. https://doi.org/10.21154/antologihukum.v2i2.1335
Isnanda, A., & Aksa, F. N. (2021). Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Talak Satu Terhadap Talak Yang Di Ucapkan Tiga Sekaligus (Studi Putusan Nomor 28/PDT.6/2017/MS Lsm). Ius Civile Refleksi Penegakan Hukum Dan Keadilan, 5(2). https://doi.org/10.35308/jic.v5i2.3911
Khalistia, S. F. (2024). Tusnya Perkawinan Dengan Penjatuhan Talak Tanpa Melalui Sidang Pengadilan Agama Ditinjau Dari Hukum Islam Dan Peraturan Perundang-Undangan Terkait. Comserva Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(10), 4158–4169. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i10.1195
Khotim, A., Qohar, A., Ismail, H., Asnawi, H. S., & Muslimin, A. (2021). Pandangan Ulama Tentang Penerapan Ikrar Talak Di Depan Pengadilan Agama (Studi Multi Situs Ulama Salafiyah Paculgowang Dan Tambakberas Jombang). Jurnal Tana Mana, 1(2), 111–124. https://doi.org/10.33648/jtm.v1i2.137
Ludfi, L. (2023). Keharusan Ikrar Talak Di Depan Majelis Hakim Pengadilan Agama Perspektif Maqāṣid Syarī’ah Ibnu ‘Āsyūr. Maqashid Jurnal Hukum Islam, 6(1), 67–83. https://doi.org/10.35897/maqashid.v6i1.1086
Malikah, U., Septiandani, D., & Junaidi, M. (2022). Keabsahan Talak Diluar Pengadilan Berdasarkan Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia. Semarang Law Review (Slr), 2(2), 246–258. https://doi.org/10.26623/slr.v2i2.3961
Maliki, I. A., & Mualifah, L. (2022). Persepsi Pelaku Perceraian Terhadap Cerai Di Luar Pengadilan Agama. El-Izdiwaj Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law, 3(2), 1–18. https://doi.org/10.24042/el-izdiwaj.v3i2.14089
Maswandi, M., Frensh, W., Siregar, F. Y. D., & Hidayani, S. (2024). State and Fiqh: Examining the Legal Status of Divorce in Verstek Decision Number 2939/Pdt.G/2023/PA.Mdn. Al-Qadha Jurnal Hukum Islam Dan Perundang-Undangan, 11(1), 101–113. https://doi.org/10.32505/qadha.v11i1.8722
Muhlasin, M., & Alimuddin, K. (2023). Pendekatan Baru Dalam Proses Talak Di Indonesia: Sebuah Pespektif Dari Abdul Karim Soroush. Iblam Law Review, 3(3), 161–174. https://doi.org/10.52249/ilr.v3i3.168
Mustafa, M. (2024). Eksistensi Kompilasi Hukum Islam Problematikan Penerapannya Di Indonesia. Abdurrauf Journal of Islamic Studies, 1(1), 55–79. https://doi.org/10.58824/arjis.v1i1.92
Putri, M., & Shafra, S. (2021). People’s Understanding of the Off-Court Talak (Case Study in Nagari Koto Tuo, IV Nagari District, the Sijunjung Regency). Fitrah Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 7(1), 99–118. https://doi.org/10.24952/fitrah.v7i1.3374
Rifdah, R. (2022). Praktik Talak Pada Masyarakat Bangka Belitung Perspektif Fiqh Dan Hukum Positiif. Jurnal Ius Constituendum, 7(2), 262–276. https://doi.org/10.26623/jic.v7i2.5335
Ropei, A., & Sururie, R. W. (2021). Dinamika Penjatuhan Talak Melalui Whatsapp Dalam Paradigma Pembaharuan Hukum Keluarga Islam. Al-Hukama, 11(1), 160–184. https://doi.org/10.15642/alhukama.2021.11.1.160-184
Syarifah, M., & Suadi, M. (2022). Talak Tiga Sekaligus Perspektif Syekh Wahbah Al Zuhayli Dan Kompilasi Hukum Islam. The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law, 3(2), 109–123. https://doi.org/10.51675/jaksya.v3i2.285
Syifa, S. N., & Izzuddin, A. (2024). Comparative Study of Reasons for Divorce Based on National Marriage Laws in Indonesia and Turkiye. Islamic Review Jurnal Riset Dan Kajian Keislaman, 13(1), 39–58. https://doi.org/10.35878/islamicreview.v13i1.1110
Syukrawati, S., Sidqi, I., Nisa, S. M., Zufriani, Z., & Witro, D. (2024). Post-Divorce Rights of Women and Children in Pekalongan City, Central Java: Challenges in Islamic Law Analysis. Al-Ahkam, 34(1), 121–146. https://doi.org/10.21580/ahkam.2024.34.1.20624
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fajar Durun Nafis, Iip Nur Fahmi, Zulfa Adzillan Nuha, Samsul Bahri, Novi Laela Sugiman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



