Comparison of the Legal Status of Divorce Outside the Courts of Indonesia and Pakistan: Jurisprudence and Positive Law Perspectives

Authors

  • Nandi Yosep Kustiwa STIS As-Sa'adah Sukasari Sumedang
  • Ahmad Nurjaman STIS As-Sa'adah Sukasari Sumedang
  • Muhamad Ramdhan STIS As-Sa'adah Sukasari Sumedang
  • Sisca Lestari STIS As-Sa'adah Sukasari Sumedang
  • Encum Sumirah STIS As-Sa'adah Sukasari Sumedang

Keywords:

Extra-Judicial Divorce, Comparative Law, Islamic Family Law, Legal Pluralism, Positive Law

Abstract

This study provides a comparative analysis of the legal standing of extra-judicial divorce (talak) in Indonesia and Pakistan, examining the divergence between classical Islamic jurisprudence (fiqh) and modern positive law. While classical fiqh grants husbands a unilateral right to divorce effective upon pronouncement, the codification of family law in both nations has created a legal dualism. This phenomenon, where a divorce may be valid religiously but not legally, generates significant legal uncertainty and social vulnerability, particularly for women and children regarding their post-divorce rights. This research employs a normative-comparative legal approach, analyzing primary legal sources Indonesia's Law No. 1 of 1974 and Compilation of Islamic Law (KHI), and Pakistan's Muslim Family Laws Ordinance (MFLO) of 1961 alongside classical fiqh texts. The findings reveal two distinct regulatory philosophies. Indonesia adopts a judicial invalidation model, where any divorce outside the court is legally void and without legal effect, centralizing all authority within the judiciary to ensure absolute legal certainty. In contrast, Pakistan implements a sanction-based regulation model. The MFLO 1961 acknowledges the occurrence of extra-judicial talak but mandates a strict reporting procedure to an Arbitration Council and imposes criminal penalties, including imprisonment or fines, for non-compliance. This study concludes that Indonesia's approach provides superior formal legal certainty but struggles with social implementation, leading to limping marriages. Pakistan's pragmatic model offers stronger deterrents through sanctions but faces challenges with low compliance and conservative resistance. The comparison highlights the fundamental dilemma between juridical idealism and social pragmatism in modernizing Islamic family law.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfiyanti, U., Alhamdani, A. K., & Latip, M. (2023). Manajemen Keuangan Haji Dalam Tinjauan Maqashid Al-Syariah. Iqtishad Sharia: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah & Keuangan Islam, 1(1), 32-50.

Alhamdani, A. K., Anggraini, R., & Mubarok, M. Z. (2023). Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Implementasi Khiyar Dalam Jual Beli Online Pada Marketplace Shopee. Iqtishad Sharia: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah & Keuangan Islam, 1(1), 14-31.

Alhamdani, A. K., Halim, H. A., Abidin, Z., Bhakti, I. S. G., Jalil, A., Wahyudin, Y., ... & Junaedi, M. (2024). Hukum tentang Perkawinan Islam. Sada Kurnia Pustaka.

Amar, R., Zahrah, J., & Hertiana, L. (2024). Perceraian Dan Penguatan Hak-Hak Perempuan: Reformasi Hukum Keluarga Di Mesir, Indonesia Dan Pakistan. BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 5(1), 64-85.

Atrianti, W. (2021). Ketentuan Perkawinan di Bawah Umur di Indonesia dan Pakistan (Bachelor's thesis, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Ayatina, H. (2021). Studi Komparatif Antara Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia Dan Turki Tentang Perceraian.

Dahrial, F., & Maulana, R. F. (2025). Hukum Perkawinan Islam di Bawah Tekanan Modernitas: Studi Historis dan Yuridis Atas Reformasi di Mesir, Turki, Pakistan, dan Irak: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 3524-3536.

Damanik, W. H. (2025). Dinamika Pembaharuan Hukum Keluarga Islam Dalam Hukum Nasional. Alwaqfu: Jurnal Hukum Ekonomi dan Wakaf, 3(1).

Husaini, A. (2024). Analisis Hukum Perceraian Dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam. 'Aainul Haq: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1).

Inpres Nomor 1 tahun 1991 tetang Kompilasi Hukum Islam

Intes, A., Rachmawati, S., Hanim, S., & Alhamdani, A. K. (2024). Supporting Inclusivity Through an Automatic Transcription Application to Improve Hearing Skills for the Deaf. JILTECH: Journal International of Lingua & Technology, 3(2).

Iryanti, R. M., Alghiffari, M. H., & Febriana, D. T. (2025). Hukum Keluarga Kontemporer di Negara India dan Pakistan. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(1).

Malikah, U., Septiandani, D., & Junaidi, M. (2021). Keabsahan Talak Di Luar Pengadilan Berdasarkan Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia. Semarang Law Review (SLR), 2(2), 246-258.

Muhsin, M., & Wahid, S. H. (2021). Talak Di Luar Pengadilan Perspektif Fikih Dan Hukum Positif. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies, 3(1), 67-84.

Novriandi, R. (2022). Akibat Dan Sanksi Hukum Talak Di Luar Pengadilan (Studi Komparatif Undang-Undang Hukum Keluarga Indonesia Dan Pakistan) (Bachelor's thesis, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).

Rasyid, A., Ridwan, M., & Lubis, M. A. (2021). Historisitas aturan dan tujuan perceraian dalam perundang-undangan keluarga Islam Indonesia dan negara-negara muslim. eL-QANUNIY: Jurnal Ilmu-ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial, 7(2), 247-261.

Ratna, D. A. (2025). Perspektif Madzhab Syafi’i Dan Hanafi Terhadap Perbandingan Pembaruan Hukum Keluarga Di Indonesia Turki Dan Mesir Dalam Poligami (Doctoral Dissertation, Uin Raden Intan Lampung).

Tanjung, K. (2025). Studi Komparatif Hukum Perceraian di Negara Muslim: Perspektif Normatif dan Sosio-Legal. Locus Journal of Academic Literature Review, 4(8), 646-651.

The Muslim Family Laws Ordinance (MFLO) 1961

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tetang Perkawinan.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Published

01/31/2026

How to Cite

Kustiwa, N. Y., Nurjaman, A., Ramdhan, M., Lestari, S., & Sumirah, E. (2026). Comparison of the Legal Status of Divorce Outside the Courts of Indonesia and Pakistan: Jurisprudence and Positive Law Perspectives. LEX FAMILIA: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 55–76. Retrieved from https://journal.lestarisakhapustaka.com/index.php/LEXFAMILIA/article/view/7