Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 01-07-2026. Baca versi terbaru.

Fenomena Fatherless di Indonesia dan Urgensi Rekonstruksi Syarat Hadanah: Tinjauan Sosiologi Hukum Islam

Penulis

  • Nandu Riana STIS As-Sa’adah Sukasari Sumedang
  • Yudi Wahyudin STIS As-Sa’adah Sukasari Sumedang
  • Encum Sumirah STIS As-Sa’adah Sukasari Sumedang
  • Samsul Bahri STIS As-Sa’adah Sukasari Sumedang
  • Ahmad Nurjaman STIS As-Sa’adah Sukasari Sumedang

Kata Kunci:

Fatherless, Hadanah, Rekonstruksi Hukum, Sosiologi Hukum Islam, Maqāṣid Syarī'ah

Abstrak

Fenomena fatherless di Indonesia telah menjadi permasalahan sosial yang mengkhawatirkan, di mana banyak anak tumbuh tanpa keterlibatan emosional dan psikologis ayah dalam pengasuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk: pertama, menganalisis fenomena fatherless dan faktor penyebabnya dalam konteks hukum keluarga Islam; kedua, mengkaji relevansi ketentuan syarat hadanah dalam fikih klasik dan hukum positif Indonesia dengan realitas sosial kontemporer; dan ketiga, merumuskan konsep rekonstruksi syarat hadanah berbasis sosiologi hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan sosiologi hukum Islam, menggunakan bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara kualitatif melalui teknik analisis isi (content analysis) dalam kerangka teori maqāṣid syarī'ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena fatherless disebabkan oleh faktor multidimensional meliputi perceraian, ketidakbertanggungjawaban ayah, dan absensi emosional ayah, yang berkorelasi dengan dampak psikologis jangka panjang berupa midlife crisis. Ketentuan Pasal 105 KHI terbukti tidak lagi relevan karena hanya mengatur aspek fisik-material pengasuhan tanpa memasukkan indikator keterlibatan emosional orang tua. Rekonstruksi syarat hadanah yang dirumuskan mencakup tiga dimensi integratif: dimensi normatif berupa penambahan syarat keterlibatan emosional dan psikologis, dimensi institusional berupa penerapan model shared parenting, serta dimensi implementatif berupa pengembangan mekanisme monitoring pasca putusan, yang keseluruhannya dilandasi prinsip maqāṣid syarī'ah dan maslahah.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Arrasyid, F., Pagar, P., & Tanjung, D. (2024). Islamic Family Law Reform in Indonesia Through Supreme Court Circulars: A Maqasid Sharia Perspective. Ulul Albab Jurnal Studi Dan Penelitian Hukum Islam, 6(2), 208. https://doi.org/10.30659/jua.v6i2.29236

Asni, A. (2021). Putusan Serta Merta Dalam Perkara Hadhanah Di Pengadilan Agama Dalam Rangka Perlindungan Anak. Al-Manahij Jurnal Kajian Hukum Islam, 15(1), 67–82. https://doi.org/10.24090/mnh.v15i1.4115

Badrudin, B. (2019). Implementasi Pasal 34 Uud 1945 Dalam Praktik Kehidupan Berbangsa Di Provinsi Riau (Perspektif Maqâshid Syarî’ah Tentang Nafkah Dan Hadhanah). Hukum Islam, 19(2), 1. https://doi.org/10.24014/hi.v19i1.7459

Efendi, Z. (2020). Pelaksanaan Eksekusi Hak Asuh Anak (Hadhanah) Terhadap Isteri Yang Murtad Dalam Perkara Nomor: 398/P.dt.G/2013/PA.Pbr Di Pengadilan Agama Pekanbaru). Teraju, 2(01), 1–34. https://doi.org/10.35961/teraju.v2i01.62

Fadani, F., & Alfarisi, M. A. (2024). Penalaran Aturan Hukum Perlindungan Identitas Agama Pada Anak Dalam Konsep Hadhanah Di Malaysia. As-Syar I Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 6(2). https://doi.org/10.47467/as.v6i2.6439

Haya, A. F., Kusmayanti, H., & Rubiati, B. (2023). Analisis Hukum Putusan Pengadilan Agama Pekanbaru Yang Menghapuskan Hak Pemeliharaan Ibu Terhadap Anak Angkat Karena Kelainan Seksual. Comserva Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(1), 73–84. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i1.736

Kasim, F. M., Nurdin, A., & Ridhwan, R. (2021). The Sociology of Law Perspective on Child Protection at the Syar’iyah Court in Aceh. Gender Equality International Journal of Child and Gender Studies, 7(1), 70. https://doi.org/10.22373/equality.v7i1.8656

Kiara, R. T., & Bakri, K. (2022). Hak Asuh Anak (Hadhanah) Adopsi Pasca Perceraian Menurut Hukum Islam Indonesia. Reformasi Hukum Trisakti, 4(5), 1125–1140. https://doi.org/10.25105/refor.v4i5.15091

Muna, N., Anam, N., & Fatmah. (2024). Alternatif Penyelesaian Sengketa Sebagai Perlindungan Hak Anak Pasca Perceraian. Musawa Journal for Gender Studies, 16(1), 1–10. https://doi.org/10.24239/msw.v16i1.2382

Na’imin, N., & Mafiah, Y. (2024). Midlife Crisis Long-Term Psychological Effects of Fatherlessness: A Fiqh Hadhanah Perspective (Case Study in Temanggung). Jurnal Mediasas Media Ilmu Syari Ah Dan Ahwal Al-Syakhsiyyah, 7(1), 99–120. https://doi.org/10.58824/mediasas.v7i1.113

Rohmah, A. P., Suyaman, P., & Mulyanti, A. S. (2023). Determination of Custody Rights (Hadhanah) for Children Who Are Not Yet Mumayiz to the Father. Rechtsnormen Journal of Law, 1(2), 48–57. https://doi.org/10.55849/rjl.v1i2.307

Sarasanjaya, I. K. G., Wiratny, K., & Nurindahwati, Z. (2024). Implication of Condemnatoir Verdict in the Case of Child Custody Rights in the Legal Way of the Denpasar Agency (Case Study of Case No. 358/Pdt. G/2023/Pa. DPS). Indonesian Journal of Multidisciplinary Science, 3(11). https://doi.org/10.55324/ijoms.v3i11.980

Sururie, R. W., Hopipah, E. N., Witro, D., Diana, R., & Sopiyan, M. (2024). Co-Parenting Model in Resolving Child Custody Disputes in Urban Muslim Families. Petita Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Syariah, 9(1), 250–268. https://doi.org/10.22373/petita.v9i1.277

Yahya, A., Rusli, R., & Akbar, M. (2021). Analysis of Judges’ Considerations in Deciding Child Care Case Against Apostate Wife. International Journal of Contemporary Islamic Law and Society, 3(2), 44–55. https://doi.org/10.24239/ijcils.vol3.iss2.34

Unduhan

Diterbitkan

01-07-2026

Versi

Cara Mengutip

Riana, N., Wahyudin, Y., Sumirah, E., Bahri, S., & Nurjaman, A. (2026). Fenomena Fatherless di Indonesia dan Urgensi Rekonstruksi Syarat Hadanah: Tinjauan Sosiologi Hukum Islam. LEX FAMILIA: Journal of Islamic Family Law, 1(2), 1–15. Diambil dari https://journal.lestarisakhapustaka.com/index.php/LEXFAMILIA/article/view/77

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.