Dialektika Penafsiran Ayat Riba antara Tafsir Al-Jassas dan Tafsir Al-Azhar: Implikasi terhadap Status Bunga Bank
Kata Kunci:
Riba, Bunga Bank, Al-Jassas, Tafsir Al-Azhar, Hukum Ekonomi SyariahAbstrak
Perdebatan teologis mengenai ekuivalensi antara riba dan bunga bank tetap menjadi isu sentral dalam hukum ekonomi syariah yang belum sepenuhnya tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dialektika penafsiran ayat-ayat riba antara dua mufasir dari era dan latar belakang berbeda, yaitu Abu Bakar Al-Jassas dalam Ahkam al-Qur'an dan Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, serta implikasinya terhadap status hukum bunga bank kontemporer. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan analisis komparatif (tafsir muqaran), penelitian ini membedah metodologi istinbath hukum kedua tokoh dalam merumuskan 'illat pengharaman riba. Hasil penelitian menunjukkan adanya divergensi epistemologis yang tajam. Al-Jassas, yang merepresentasikan paradigma legal-formal klasik, mendefinisikan riba secara tekstual sebagai segala bentuk tambahan yang disyaratkan (az-ziyadah al-masyruuthah). Konsekuensinya, ia memandang larangan riba bersifat ta'abbudi (mutlak) tanpa memandang tujuan pinjaman, sehingga bunga bank dianggap haram total. Sebaliknya, Buya Hamka, yang merepresentasikan paradigma sosio-etis modernis, menekankan aspek kezaliman (dzulm) dan eksploitasi sebagai substansi riba. Hamka membedakan antara pinjaman konsumtif yang mencekik dengan pinjaman produktif perbankan, sehingga menempatkan bunga bank negara dalam wilayah syubhat atau boleh karena alasan darurat pembangunan (dharurah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan status hukum bunga bank berakar pada pertarungan antara teks yang statis (Al-Jassas) dan konteks yang dinamis (Hamka). Implikasinya, meskipun pandangan konservatif Al-Jassas lebih selamat secara akidah, moderasi Hamka memberikan landasan realistis bagi masa transisi ekonomi umat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem perbankan syariah sebagai solusi final untuk mengakhiri alasan kedaruratan tersebut.
Unduhan
Referensi
Abidin, M. Z. (2022). Riba dalam Perspektif al-Qur’an dan Sunnah. La Zhulma| Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 1(1), 64-79.
Afifi, M., & Syauqani, S. (2024). Menelisik Dimensi Kontemporer Dari Tafsir Al Manar Karya Muhammad Abduh Dan Muhammad Rasyid Ridha. Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 9(01).
Arifin, M. P., & Misaeropa, M. (2019). Penafsiran Ali Al-Shobuni Tentang Ayat-Ayat Riba. Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 1(1), 135-163.
Firdausiyah, U. W. (2021). Modernisasi Penafsiran Al-Quran Dalam Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka. Jurnal Ulunnuha, 10(1), 65-77.
Harahap, D., Padli, H., & Fariza, N. (2022). Diskursus Ekonomi Islam. Merdeka Kreasi Group.
Hidayati, H. (2018). Metodologi Tafsir Kontekstual Al-Azhar Karya Buya Hamka. el-Umdah, 1(1), 25-42.
Hosen, K. I. (2020). Ngaji Fikih: Pemahaman Tekstual Dengan Aplikasi Yang Kontekstual. Bentang Pustaka.
Jusoh, M., Zaidi, M. A. S., Sarmidi, T., & Ismail, M. A. (2013). Al-Murabahah: implikasi terhadap kestabilan kewangan dan model kewangan Islam. Islamiyyat, 35(2), 47-55.
Luthfi, M. L., Samad, D., & Mamad, F. (2025). Perkembangan Tafsir Nusantara: Kontribusi Metodologis Bagi Pemikiran Islam Global Dalam Merespons Isu Kontemporer. Advances In Education Journal, 2(3), 2251-2263.
Mahessa, A., Pratama, R. A., Sagara, B., Ardinata, F., & Wismanto, W. (2024). Pandangan Islam tentang Riba dalam Muamalah. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(1), 340-346.
Nizhamuddin, M. (2025). Eksplorasi Kritis Hermeneutika Fazlur Rahman Dalam Interpretasi Ayat Riba. Journal Of Islamic Scriptures In Non-Arabic Societies, 2(1), 17-39.
Safitri, F. N., Rachmawati, I. F., & Azizah, N. (2023). Titik Temu dari Sebuah Perbedaan: Analisis Perbedaan Mazhab-Mazhab Fiqh. Islamic Education, 1(1), 38-50.
Saleh, M., & Riyadi, A. K. Tafsir Maqasid Dalam Memahami Ayat-ayat Hukum: Analisis Tafsir Al-Jassas. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 7(2), 321-340.
Syarifuddin, S. (2010). Pemikiran Buya Hamka Tentang Riba Dalam Tafsir Al-Azhar (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Syaripudin, R. B. (2025). Hukum Riba dalam Fikih Muamalah dan Perbedaan Pandangan Empat Madzhab Fikih Islam. Lex Aeterna Law Journal, 3(1), 1-8.
Zawawi, Z. (2016). Fatwa klausul sanksi dalam akad: studi komparatif fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Majma Fiqh Organisasi Konferensi Islam (OKI). Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, 16(2), 237-255.
Zohari, M. K. A. M., & Ibrahim, M. (2024). Interpretasi Konsep Riba al-Fahishah dalam Era Perbankan Moden: Tinjauan Pandangan Ulama Tafsir Klasik dan Moden [The Interpretation of The Concept of Riba al-Fahishah in The Modern Banking Era: A Review of Classical and Modern Quranic Exegetes' Perspecti. BITARA International Journal of Civilizational Studies and Human Sciences (e-ISSN: 2600-9080), 7(3), 113-124.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 29-04-2026 (2)
- 26-04-2026 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Junaedi Akbar, Desi Cahya Anggraeni

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

