Peningkatan Pemahaman Remaja tentang Prosedur Administrasi Pernikahan melalui Kegiatan Sosialisasi KPM di Desa Cikadu
Keywords:
Adolescents, Marriage Administration, Socialization, Community Service Program, KUAAbstract
Abstract: Lack of adolescents’ understanding of marriage administrative procedures often leads to delays in marriage registration, incomplete documents, and unregistered marriages. This condition is commonly found in rural areas, including Cikadu Village, where access to administrative information remains limited. This Community Service Program (KPM) aimed to improve adolescents’ understanding of marriage administration procedures through structured socialization activities. The methods used included educational socialization, interactive discussions, and simulations of the marriage registration process at the Office of Religious Affairs (KUA). The focus of the material covered marriage documents, the marriage registration flow at the KUA, administrative requirements, and technical aspects that are often unknown to adolescents. The results showed an improvement in adolescents’ knowledge and awareness regarding the completeness of documents and the importance of legal marriage registration. This activity is expected to serve as a preventive effort in preparing adolescents for marriages that are legally valid according to both religious and state regulations.
Downloads
References
Alhamdani, A. K., Halim, H. A., Abidin, Z., Bhakti, I. S. G., Jalil, A., Wahyudin, Y., ... & Junaedi, M. (2024). Hukum tentang Perkawinan Islam. Sada Kurnia Pustaka.
Atmaja, I. S., Irawan, A., & Arifin, Z. (2020). Peranan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam penguatan ketahanan keluarga di Kecamatan Tepus. Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat, 5 (2), 75–88.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2021). Pendewasaan usia perkawinan dan hak-hak reproduksi bagi remaja. BKKBN.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. (2020). Pedoman pencatatan pernikahan. Kementerian Agama RI.
Husni, S. M. (2022). Peran Kantor Urusan Agama (KUA) mengurangi pernikahan dini (Implementasi UU No. 16 Tahun 2019). Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam, 9(1), 45–58.
Khasanah, D. D., Alhamdani, A. K., Bhakti, I. S. G., Bariyah, O. N., Ali, M., Sholihah, H., ... & Rifai, A. (2024). Hukum Kewarisan Islam. Sada Kurnia Pustaka.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan. Kementerian Agama RI.
Mubarok, N., & Hasanah, U. (2023). Sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan pentingnya administrasi pencatatan nikah di wilayah perdesaan. *Jurnal Pengabdian Masyarakat Hukum (JUPEMAS)*, *2*(1), 34–42.
Pemerintah Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1. Sekretariat Negara.
Pemerintah Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186. Sekretariat Negara.
Rahman, F., & Hakim, L. (2022). Optimalisasi peran KUA dalam memberikan bimbingan perkawinan pranikah bagi calon pengantin. Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 12(1), 23–41.
Shofiyullah, S. (2022). Urgensitas legalisasi administrasi pernikahan. Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian Masyarakat (SENIAS), Universitas Islam Madura, 112–118.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susanti, E., & Ramdhani, R. (2021). Dampak yuridis dan sosiologis pernikahan di bawah tangan (nikah siri) bagi perempuan dan anak. Jurnal Dinamika Hukum Keluarga, 18 (2), 99–112.
Syarifuddin, A. (2014). Hukum perkawinan Islam di Indonesia: Antara fiqh munakahat dan undang-undang perkawinan. Kencana Prenada Media Group.
Wahyudi, A., & Rohman, H. (2021). Pentingnya pencatatan perkawinan menurut hukum Islam dan undang-undang perkawinan di Indonesia. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4 (2), 120–135.
Zahrah, M. A. (2020). Edukasi hukum keluarga: Strategi pencegahan pernikahan tidak tercatat melalui penyuluhan administrasi KUA. Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia, 3(2), 88–101.
Downloads
Published
Versions
- 03/11/2026 (2)
- 03/10/2026 (1)

